Andi ditemukan meninggal saat mendaki di Gunung Lawu, Tidak ada Penganiayaan

0
661

Polres Karanganyar – Pendaki Gunung Lawu asal Desa Kemuning, ditemukan meninggal di Gegerboyo, Senin (6/7/2020), pagi. Pendaki yang terpisah dari romobongan itu semula dikira jatuh ke jurang. Namun, dikonfirmasi pendaki tersebut meninggal diduga karena hipotermia. Andi dilaporkan hilang dan terpisah dari rombongan saat berkemah bersama lima orang temannya di Hargo Dalem. Rombongan terdiri dari enam orang, yakni lima orang lelaki dan seorang perempuan.

Tim sukarelawan berhasil mengevakuasi jenazah pendaki yang meninggal di Gunung Lawu. Proses evakuasi pendaki meninggal di Gunung Lawu memakan waktu karena mengalami kendala. Tim sukarelawan gabungan terbagi menjadi lima regu atau sekitar 50 orang berupaya mengevakuasi tubuh korban yang berada di jurang sedalam lima hingga tujuh meter.

Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, memastikan pendaki yang ditemukan di Gegerboyo, area puncak, Gunung Lawu dalam kondisi meninggal adalah Andi Sulistyawan, warga Dukuh Pentukrejo , Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Ismugiyanto menyampaikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

“Jadi setelah evakuasi langsung dibawa ke Puskesmas Tawangmangu. Setelah diadakan visum luar oleh dokter Puskesmas itu tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau murni musibah. Kami serahkan kepada keluarga,” ungkapnya.

Tetapi, lanjut Ismugiyanto, dokter menemukan luka lecet pada tangan dan muka pendaki tersebut.

“Iya ada luka lecet di tangan dan muka. Kemungkinan karena korban jatuh kena ranting,” ujarnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here