Jual Beli Rumah “Ruwet” Penjual DiPolisikan Pembeli

0
498

Polres Karanganyar – S, warga Colomadu Karanganyar, Mengaku usahanya bangkrut, dia bermaksud menjual rumahnya di Colomadu, pembeli merasa tertipu S dilaporkan Satreskrim. Selasa,(29/09).

Awal mula Tsk S bercerita 2014, usahanya bangkrut sehingga mendorongnya menjual rumah senilai Rp 800 juta, rumah seluas 150 meter persegi dengan luas bangunan 300 meter persegi. Setelah beberapa lama, ada yang menawar rumahnya, dan kejadian harga Rp 765 juta. ‘’Pembeli memberi panjer Rp 3 juta, setelah itu dikirim transfer Rp 300 juta, Rp 200 juta dan beberapa kali jumlahnya beberapa ratusan juta . Namun sertifikat ternyata tidak segera dibaliknama ke penjualnya karena menurut S ada kekurangan Rp 82 juta, namun menurut Dd pembelinya sudah lunas,’’ kata Kasubag Humas Iptu Agung, kemarin.

Dd bahkan mencoba mengurus lewat notaris soal sertifikat rumah, tapi yang bersangkutan malah tidak bisa dihubungi. Bahkan dengan cara diultimatum yang bersangkutan malah menghilang tidak bisa dihubungi.

Akhirnya persoalan dilaporkan ke polisi dan S ditemukan di Bogor, dan akhirnya ditangkap dan dibawa ke Karanganyar. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, statusnya naik menjadi tersangka dengan tuduhan melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

petugas menemukan fakta lain karena Suranto menggadaikan rumahnya dengan menandatanganisurat perjanjian jual beli sehingga petugas berani menetapkan sebagai tersangka, sebab satu rumah dia jual dua kali ke orang berbeda.

Kasus ini terus didalami polisi sehingga masih akan berkembang meski S i menjadi tersangka dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Pena Lawu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here